Panduan Membuat Akun Instagram Bisnis

Maraknya penggunaan media sosial oleh hampir semua kalangan masyarakat di era serba digital saat ini membuat pelaku bisnis mulai menggunakan media sosial sebagai cara untuk menjual produk mereka. Salah satunya adalah Instagram bisnis dimana akunmu diubah dan di-setting untuk keperluan promosi bisnis. Pelajari bagaimana cara membuat Instagram bisnis melalui beberapa langkah di bawah ini!

Fitur utama Instagram bisnis yang bisa membantu kelancaran usaha

Sebelum membahas tentang cara membuat Instagram bisnis, terlebih dahulu kamu harus memahami bagaimana Instagram bisa membantu meningkatkan penjualan produk dari bisnismu. Yang pertama adalah fitur content insight yang memudahkanmu untuk memonitor aktivitas dan keterlibatan orang dengan postingan yang kamu buat. Dengan begitu kamu bisa melihat postingan mana yang bisa menjangkau banyak audience serta mengetahui alasan di balik kesuksesan postingan tersebut.Yang kedua ada fitur audience insight dimana kamu bisa melihat demografi orang yang melihat setiap postinganmu entah itu di feed atau story. Audience insight membuatmu tahu persebaran usia, jenis kelamin, dan lokasi dari orang-orang yang melihat postinganmu. Dengan begitu kamu bisa menentukan waktu terbaik untuk mengunggah konten dan merencanakan konten yang menarik.Yang ketiga ada fitur activity insight yang bisa membuat kamu tahu berapa jumlah action yang dilakukan orang-orang terhadap tautan yang kamu cantumkan pada postingan. Jumlah klik tombol untuk melihat profil, klik panggilan, email, dan maps juga akan ditampilkan. Sehingga kamu bisa menganalisa seberapa banyak audience yang dijangkau.

Berikut Video Tutorial Cara Membuat Akun Instagram Bisnis

Dengan beberapa fitur yang akan memudahkanmu mengontrol perkembangan bisnis yang kamu jalankan, kini saatnya beralih ke cara membuat Instagram bisnis. Sebenarnya langkah yang harus ditempuh sangat mudah. Terlebih bila kamu sudah memiliki akun Instagram sebelumnya

sumber : dewaweb

Kebiasaan Gaya Hidup Modern Yang Merusak Otak

Sejumlah pakar sains mengungkapkan bahwa di zaman sekarang yang serba digital, kesehatan otak banyak diganggu oleh gaya hidup. Otak perlahan menjadi lebih lambat dan tidak lagi cakap sebagaimana yang seharusnya. Gaya hidup modern dinilai cukup banyak berpengaruh pada kerusakan otak.

Sebelum semuanya semakin memburuk, sebaiknya mulai kenali kebiasaan sehari-hari yang dapat mempengaruhi kinerja otak. Nah kamu bisa simak di bawah ini gaya hidup modern yang dapat merusak otak. Segera hindari ya kebiasaan ini.

  • Jarang melakukan aktivitas fisik

Kegiatan fisik tidak hanya melatih tubuhmu agar fit, tetapi juga melatih otakmu. Berdasarkan studi dari Journal of Comparative Neurology, terdapat data yang menunjukkan aktivitas fisik sangat berhubungan kuat dengan permasalahan mental. Mereka yang jarang melakukan kegiatan itu berisiko lebih besar mendapat gangguan mental.

  • Terlalu sering melakukan multitasking

Kamu pasti sering mendengar multitasking itu buruk terhadap produktivitasmu. Fakta tambahan, kebiasaan itu juga mengubah susunan otak dan membuatmu menjadi kurang efektif.

Peneliti neuro mengatakan jika otak kita tidak dirancang untuk melakukan banyak hal sekaligus. Saat melakukan multitasking, ada perubahan yang sangat cepat dalam berganti tugas dan itu menurunkan kognitif.

  • Terlalu banyak menerima informasi

Informasi berlebih akan membuat otak mengalami stimulasi berlebih pula, “… dan ini merupakan iritasi besar dalam kehidupan modern,” kutipan dalam The Economist. Psikolog asal Gresham College, Glenn Wilson, mengetahui lewat risetnya, saat kamu konsentrasi terhadap satu tugas dan ada banyak email yang tidak terbaca di inbox-mu, dapat mengurangi IQ-mu hingga 10 poin.

  • Terlalu lama duduk saat bekerja

Ini adalah masalah yang paling sering dirasakan oleh pekerja kantoran. Duduk terlalu lama memang sudah diketahui mengganggu kesehatan tubuh.

Namun penelitian terbaru mendapatkan informasi bahwa isu tersebut turut menipiskan otak dalam urusan memori. Dalam jurnal penelitian 2018 tersebut, tertulis kebiasaan duduk terus menerus memungkinkan mengubah struktur otak.

  • Terlalu lama menatap layar

Interaksi sosial tatap muka sekarang tergantikan oleh dunia digital, terlebih saat pandemik ini menyerang. Padahal obrolan tatap muka sangat penting mengingat adanya impak positif kepada otak. Studi dari University of Michigan menemukan obrolan 10 menit dengan orang bisa meningkatkan memori dan kognisi.

  • Terlalu keras dan lama menggunakan headphone

Penggunaan alat untuk mendengarkan musik itu sejak lama dinilai membahayakan telinga dan menurunkan pendengaranmu. Lebih jauh, kehilangan kemampuan mendengarkan diasosiasikan dengan masalah otak, seperti Alzheimer. Disarankan para pakar untuk menjaga volume dan durasi memakai headphone.

  • Kualitas tidur tidak baik dan berkurang

Ada konsekuensi jangka waktu pendek dan lama dari kurang tidur. Riset terbaru menunjukkan kurang tidur mengecilkan ukuran otakmu. Selain itu, masalah ini juga memperlambat kamu berpikir, mengganggu memori, sulit menentukan keputusan dan penilaian, sampai susah konsentrasi. Oleh karena itu penting untuk memiliki kualitas tidur yang baik.

Nah itu beberapa kebiasaan sehari-hari yang sering dilakukan tapi ternyata dapat merusak otak. Siapa nih yang memiliki gaya hidup modern seperti itu?

sumber : idntimes

Fitur Baru WhatsApp 2020, Lima Stiker Animasi Hingga Kode QR

Dengan jumlah pengguna mencapai lebih dari dua miliar orang di seluruh dunia, WhatsApp tetap konsisten meluncurkan fitur-fitur baru, atau menyempurnakan yang lama.

Pada April 2020, platform milik Facebook ini memperbanyak kapasitas partisipan dalam panggilan suara dan video, dari yang sebelumnya hanya terbatas 4 orang menjadi 8 orang. Kurang dari dua bulan kemudian, WhatsApp juga merilis fitur pembayaran digital (WhatsApp Pay), meskipun baru bisa dinikmati oleh pengguna di Brasil. Nah, pada pertengahan tahun 2020 ini, sejumlah fitur baru dari mulai stiker animasi hingga mode gelap di komputer pun siap digelontorkan WhatsApp.

Seperti dikutip dari WhatsApp Blog, Kamis (7/2/2020), fitur-fitur baru tersebut diluncurkan secara bertahap, hingga beberapa pekan ke depan di versi aplikasi terbaru. Berikut daftar fitur baru WhatsApp yang meluncur pada pertengahan 2020:

1. Stiker Animasi Segudang stiker animasi yang diklaim lebih asyik dan ekspresif telah disiapkan WhatsApp. Menurut pengembang WhatsApp, stiker adalah salah satu cara berkomunikasi yang paling berkembang di platform ini. Mereka mengklaim ada miliaran stiker dikirim setiap harinya.

2. Kode QR Fitur kode QR (QR codes) akan lebih memudahkan proses memasukkan kontak pengguna lain ke daftar. Caranya hanya dengan memindai kode QR. Dengan fitur baru ini, pengguna tidak perlu lagi mengetik nomor telepon kontak baru satu per satu.

3. Mode gelap untuk WhatsApp web dan desktop Tema mode gelap (dark mode) bakal dihadirkan ke komputer pengguna. Sebelumnya, dark mode ini hanya tersedia di iOS dan Android.

4. Perbaikan di grup video call Dengan peningkatan jumlah partisipan pengguna di video call hingga delapan orang, WhatsApp kini memungkinkan pengguna untuk berfokus ke partisipan tertentu. Hal ini bisa dilakukan dengan cara melakukan press and hold yang nantinya akan mengubah video partisipan tersebut ke layar penuh.

5. Status di KaiOS Pengguna smartphone berbasis KaiOS juga akan bisa menikmati fitur populer Status di mana pengguna bisa berbagi update yang akan hilang setelah 24 jam. WhatsApp dan Isu Privasi Pengguna Pada bulan Februari 2020, WhatsApp mengumumkan jumlah pengguna layanan platform tersebut di dunia sudah melampaui angka 2 miliar. Bersamaan dengan isu privasi yang terus bergulir, WhatsApp juga mengklaim bahwa mereka tetap memberikan perlindungan pada percakapan semua penggunanya.

Setiap pesan pribadi yang dikirim memakai WhatsApp diklaim telah diamankan dengan enkripsi end-to-end secara default. Hal ini untuk melindungi pengguna dari serangan hacker dan kriminal. WhatsApp juga menyatakan pesan chat hanya akan disimpan di ponsel dan tidak ada pihak luar yang bisa membacanya atau mendengarkan panggilan pengguna, termasuk pengembang aplikasi ini.

CEO WhatsApp Will Catchcart pun pernah mengatakan perusahaanya tak berencana menonaktifkan enkrispsi dalam layanannya. “Dalam sejarah peradaban manusia, orang-orang sudah dapat berkomunikasi secara pribadi satu sama lain, dan kami tidak berpikir hal itu akan hilang dalam lingkungan modern,” kata dia, seperti dikutip dari The Verge. Namun, ia menambahkan, WhatsApp tetap akan menyediakan metadata jika sekiranya informasi ini diperlukan untuk penyelidikan yang dilakukan penegak hukum.

 Sumber : tirto.id