CEO VTube Jamin Keamanan Berbisnis Para User

Perkembangan dunia digital semakin pesat dan terus melaju. Semua sektor, termasuk bisnis pun harus memacu dan menyesuaikan diri dengan situasi ini. Namun, perkembangan ini bukanlah tanpa resiko. Kecanggihan dunia digital tentu juga memunculkan banyaknya kejahatan yang merugikan masyarakat, apalagi dalam bisnis. Oleh sebab itu, faktor keamanan menjadi salah satu yang harus diutamakan.

VTube adalah salah satu aplikasi bisnis berbasis social advertising yang hadir di tengah pandemi Covid-19 yang melanda dunia, termasuk Indonesia. PT Future View Tech sebagai perusahaan yang secara resmi menaungi VTube, menghadirkan konsep next generation business model dengan tujuan untuk mensejahterakan masyarakat dengan cara yang mudah dan murah.

“Keunggulan utama dari bisnis VTube ini yang pasti adalah gratis, sehingga semua orang pasti bisa menjalani. Kemudian, karena tugas utama di bisnis ini adalah menonton iklan, otomatis semua orang pasti bisa menyelesaikannya,” ujar Jack Goay, CEO VTube.

VTube adalah sebuah platform yang menghimpun masyarakat (user) untuk menjadi penonton (viewer) iklan milik perusahaan atau pihak yang telah bekerja sama dengan VTube. Bisnis ini menyasar orang-orang yang ingin memiliki penghasilan tambahan dan mereka yang ingin mengubah hiburan menjadi penghasilan dengan hanya menonton iklan. Adapun pendapatan ini diperoleh dari para pengiklan dan nantinya akan dibagi dengan para user sebagai keuntungan finansial.

Menurut Jack, saat ini VTube cukup booming di dunia maya sebagai salah satu aplikasi yang diminati oleh pasar Indonesia. Dalam waktu 9 bulan, kurang lebih 14 juta member sudah teregistrasi di aplikasi VTube. Namun demikian, banyak pihak yang menyangsikan keamanan VTube ini, terutama bagi para user.

Menampik hal ini, Jack Goay menjelaskan bahwa VTube adalah bisnis aman. Pada saat pendaftaran, user pun hanya diminta Nomor Induk Kependudukan (NIK) sebagai bagian dari validasi bahwa user tersebut nyata dan memang warga negara Indonesia.

“Hal ini penting untuk dilakukan karena bisnis kami menerapkan sistem bagi hasil melalui reward. Nah, kami ingin user yang nantinya kami beri reward ini adalah orang yang betul-betul berkontribusi dan real sebagai pengguna. Kalau soal data, kami jamin aman,” kata Jack.

Ia juga menegaskan bahwa bisnis VTube bukan skema Ponzi karena tidak memegang uang dari member atau user sama sekali. “Keuntungan perusahaan diperoleh dari pengiklan, user tidak menyetor uang ke perusahaan sama sekali,” ujar Jack.

Jack mengatakan bahwa masyarakat berhak untuk memiliki persepsi tentang VTube, baik yang positif maupun negatif. “Namun, apapun itu, biar pasar yang membuktikan. Berdasarkan data dan pengalaman selama VTube beroperasi membuktikan bahwa VTube merupakan sebuah inovasi bisnis yang memberikan solusi bagi masyarakat, apalagi saat pandemi seperti sekarang ini,” katanya.

Member Vtube Tembus 12 juta Member Salama 9 Bulan

Melalui aplikasi asli Indonesia ini, setiap orang berkesempatan ikut terlibat dalam bisnis sosial advertising yang menguntungkan dan berpotensi menjadi media sosial yang mensejahterakan masyarakat di masa depan.

VTube adalah sebuah platform yang menghimpun masyarakat (user) untuk menjadi penonton (viewer) iklan milik perusahaan atau pihak yang telah bekerja sama dengan VTube. Aplikasi ini memiliki konten yang diselingi iklan layaknya platform video pada umumnya.

User VTube memiliki tugas untuk menonton iklan-iklan ini. Bila user menonton iklan sesuai dengan misi yang diberikan VTube, maka mereka berhak mendapat view point (VP) sebagai reward yang  bisa di gunakan lagi oleh user Vtube sekaligus pemilik Usaha kecil menengah untuk beriklan di aplikasi yang sama.

Chief Executif Officer (CEO) Vtube Jack Goay mengatakan, keunggulan utama VTube adalah gratis dan user tidak dipungut biaya sekecil apapun. Kemudian, misi yang diberikan kepada para user VTube tergolong cukup mudah, yaitu menonton iklan. Jadi, kata Jack, peluangnya sama untuk semua orang, pasti bisa untuk menjalani.

“VTube memberikan keuntungan bagi semua pihak tanpa ada yang merugi. Sebagai viewer iklan, para user jelas akan mendapatkan keuntungan yang didapat dari sharing profit biaya iklan,” ujar Jack dalam rilisnya di Jakarta, Jumat (22/1/2021).

Para pengiklan pun jelas diuntungkan karena mendapat penonton iklan yang potensial. Kemudian, perusahaan VTube pun sudah pasti mendapatkan keuntungan dari bisnis social advertising yang dijalankan.

Saat ini VTube cukup booming di dunia maya sebagai salah satu aplikasi yang diminati oleh pasar Indonesia. Dalam waktu 9 bulan, kurang lebih 12 juta member sudah teregistrasi di aplikasi VTube. “Bahkan, bila melihat data di playstore, VTube sudah mencapai 10 juta lebih downloader sejak pertama diluncurkan,” kata Jack.

Memang, menurut Jack, banyak pihak yang masih meragukan keamanan VTube. Namun, ia menyerahkan semua pembuktiannya pada pasar. “Berdasarkan data dan pengalaman selama VTube beroperasi membuktikan bahwa VTube merupakan sebuah inovasi bisnis yang memberikan solusi bagi masyarakat, apalagi saat pandemi seperti sekarang ini,” ucapnya.

Jack juga menekankan bahwa VTube tidak menjalankan bisnis berskema Ponzi. Perusahaan sama sekali tidak memegang uang yang berasal dari user. Uang yang beredar murni diperoleh dari keuntungan biaya iklan dan dibagi secara transparan dengan user dalam sistem reward poin.

Selain itu, saat pendaftaran, user hanya diminta Nomor Induk Kependudukan (NIK) sebagai bagian dari validasi bahwa user tersebut nyata dan memang warga negara Indonesia.

Dari beberapa testimoni yang beredar , VTube saat ini hadir sebagai sumber penghasilan tambahan bagi para user, apalagi dalam situasi pandemi seperti saat ini. Tidak hanya itu, VTube pun rutin memberikan edukasi program bagi para user sebagai bagian dari tanggung jawab untuk memastikan para user paham dan siap berkembang.

Jadi, tunggu apa lagi? Mari bergabung menjalankan bisnis masa depan bersama VTube. Segera mendaftar dan nikmati segala keuntungan yang dapat langsung diperoleh.