3 Hal Yang Membuat Anda kena Tsunami Orderan

Tau Tsunami Orderan?

Ini lebih hebat dari Banjir Orderan.

Gini, Banjir orderan masih tertangani.

Tsunami Orderan? Wah bingung gimana nanganinya.

Transferannya berbondong-bondong.

Rasanya rekapnya gak selesai-selesai, hehe. Pas datang. Jejeran admin bisa panik semua tuh, yang jualan sendirian juga bisa panik. Tapi kalau kena tsunami orderan, bisa bikin seminggu senyum gak berhenti-berhenti.

Betul? Pernah ngerasain kan? Semoga pernah ya. Aamiin πŸ™‚ Nah ngomong-ngomong apa rahasianya agar bisa seperti itu? Apalagi dijaman sekarang, dimana kanan kiri depan belakang, serong kanan serong kiri jual produk yang sama dengan yang kita jual? Mau tau? Simak baik-baik.

Ternyata rahasianya 3 saja. Ini kalau benar-benar dioptimalin, insyaAllah 1 sampai 2 tahun kedepan Anda akan dapat penghasilan yang bahkan tidak pernah Anda bayangkan sebelumnya. Apa sajakah 3 hal itu? (Karena formatnya pesan siarab, Saya Share singkat saja) Pertama, milikilah Personal Brand yang bagus.

Jadilah penjual yang menyenangkan dan bermanfaat. Siapapun tahu, orang akan lebih suka penjual yang seperti itu. Pertanyannya, Anda sudah melakukan itu belum? Selama ini Anda hanya jualan, atau menebar manfaat? Berapa ribu orang yang sudah Anda berikan manfaat? Seberapa besar manfaat Anda, berbanding lurus dengan penghasilan Anda. Cek! Kedua, gunakan Media Promosi yang Tepat.

Kalau Target pasar Anda kumpul di Facebook, ya jualan di Facebook, jangan di Line. Gak ketemu! -_- Dioptimalkan, jangan jualan seadanya. Setelah dioptimalkan, cukupkah? Nah, belum. Yang pamungkas itu ke 3 Milikilah Database sebanyak-banyaknya Giringlah orang yang tertarik beli ke WA, BBM, atau Email Anda. Simpan kontak mereka.

Apa gunanya? Agar Anda bisa menghubungi mereka kapanpun setiap ada promo.

Alias jualin mereka terus-terusan. πŸ™‚

Buat target Milikilah 10.000 database!

Personal Brand x Media Promosi x Simpan Databasenya

Paham?

Jadi dari 3 ini, mana yang sudah Anda kuasai?

Atau belum satupun?

Salah satu cara Agar Anda Closing Terus-terusan Setiap Hari

Closing adalah saat mendebarkan bagi setiap penjual.

Ketika calon pembeli mengatakan “saya sudah transfer ya”, ada rasa syukur yang tidak bisa di utarakan hanya lewat kata-kata, hehe

Apalagi jika bisa closing setiap hari, tentu akan lebih menyenangkan

Pertanyaannya sekarang,

Bagaimana caranya agar bisa closing setiap waktu?

Saya akan coba share

Saya membaginya menjadi 2 produk.

Pertama produk yang rumit dan tidak banyak orang kenal

Satunya produk komoditas

Produk yang tidak banyak orang kenal, butuh yang namanya tahap edukasi.

Jika Anda menjual produk yang butuh mengedukasi calon pelanggan seperti buku, digital produk atau produk kesehatan. Utk bisa closing terus2an mulailah bangun personal brand Anda. Anda bisa belajar ilmu-ilmu dibalik produk itu. Lalu jadilah ahli dan berikan jasa konsultan diproduk tersebut.

Misal Anda jualan herbal, maka bangun personal branding Anda sebagai pakar Herbal. Belajarlah materinya, ada banyak di google. Lalu ceritakan ulang dg bahasa Anda. Buatlah jadwal sharing. Misal seminggu sekali. Konsisten

Kalau begini, setiap Anda promosi, insyaAllah banyak yg beli. Ini sudah banyak yang lakukan dan terbukti berhasil, kini giliran Anda πŸ™‚

Jika Anda menjual Produk komoditas, seperti fashion, sepatu, dan sejenisnya. Untuk bisa closing terus2an Bentuklah tim penjualan seperti reseller atau dropshiper yg banyak lalu bina mereka.

Tim penjualan akan menjual produk Anda setiap hari. Jangan lupa, berikan mereka komisi yang menggoda.

Jika banyak berbagi, bersinergi dan silaturahmi. Rezeki mengalir tiada henti. πŸ˜€

Selain itu, milikilah toko online atau website sendiri. Dengan begini, akan ada rezeki tidak terduga mampir membeli produk Anda. Hehe

Jika Anda masih berporfesi reseller, targetkan setiap hari prospek 5 orang. Besoknya 5 orang lagi.

Ceritanya Anda sedang PDKT dengan calon konsumen.

– hari 1 Anda kenalan dengan A

– Hari ke 2 Anda semakin akrab, dan Anda kenalan dengan B

– Hari ketiga Anda mulai gali, apakah A butuh produk Anda, jika ya teruskan, jika tidak ganti ke B

– Hari ke 4 Anda coba menawarkan

Begitulah setiap hari, paham ya?

Ingat juga rumus ini

Penawaran yg menarik + Target Market yg tepat + Personal Brand Anda yg baik = Closing

Praktekin ya.

Landingpage vs Website

Kecanggihan digital tentu mempengaruhi perkembangan dunia usaha yang bisa memaksimalkan kemajuan teknologi untuk meraih profit. Sebagian besar pemula sedikit awam mengenai digital marketing yang memanfaatkan landing page dan website. Banyak orang mengatakan bahwa landing page merupakan versi lebih sederhana dari website. Benarkah demikian? Yuk, cari tahu perbedaan landing page dan website berikut ini!

1. Tujuan
Perbedaan landing page dan website yang paling mencolok bisa Anda lihat dari tujuan penggunaan. Misalnya website digunakan pengusaha untuk mempresentesikan sebuah bisnis dengan tujuan memudahkan pengguna internet mengakses atau mencari informasi seputar usaha Anda. Halaman ini juga bisa menjadi sarana memperkenalkan bisnis lebih detail dengan jalan peningkatan traffic kunjungan.


Sedangkan landing page merupakan salah satu cara pebisnis menggunakan halaman tertentu untuk tujuan lebih spesifik seperti penawaran terbatas, promosi, info produk terbaru atau konten positif lain dari website toko atau usaha Anda.

2.Audiens
Jika website digunakan untuk mendapatkan audiens secara luas, maka audiens yang dibidik landing page lebih spesifik. Itulah perbedaan landing page dan website dalam menarik minat pengunjung.


Anda bisa menyaring audiens yang mengunjungi website usaha Anda untuk melakukan klik link menuju ke landing page yang telah dipersiapkan. Cara ini terbukti lebih efektif untuk Anda mendapatkan closing penjualan. Audiens yang melihat isi website Anda bisa saja tertarik melakukan transaksi begitu melihat berbagai penawaran menarik yang Anda sajikan lewat link landing page yang cantik.

3.Konten
Salah satu faktor yang paling penting agar website Anda menduduki rank pertama mesin pencarian internet adalah konten. Ya, konten yang positif, menarik dan bermanfaat jelas lebih disukai para pengunjung website. Konten yang berisi penawaran tertentu bisa diarahkan menuju ke landing page agar Anda bisa melakukan strategi pemasaran yang closing penjualan.


Sedangkan website biasa menampilkan hal-hal yang lebih umum seputar bisnis yang Anda jalankan. Menambahkan landing page untuk program penawaran Anda sangat direkomendasikan dibandingkan menampilkan program tersebut di laman website saja.

4.Desain
Perbedaan landing page dan website sudah jelas ada pada desain tampilan. Tampilan website cenderung lebih memiliki banyak menu untuk diklik sedangkan landing page akan memberikan penjelasan spesifik seputar penawaran atau desain yang disajikan lebih sederhana dan tidak berbelit-belit. Hal ini dikarenakan tujuan landing page untuk menyelesaikan sebuah transaksi yang menarik minat pengunjung website usaha Anda.

Berdasarkan informasi mengenai perbedaan landing page dan website di atas, Anda bisa menentukan cara membuat tampilan website lebih mendukung. Buatlah konten seputar informasi umum perusahaan atau konten positif di halaman bisnis Anda. Sedangkan untuk melakukan penyaringan pengunjung yang berminat dengan isi informasi yang Anda tampilkan di halaman online, bisa juga langsung mengklik landing page yang ada pada website Anda. Jika masih bingung, bisa di pelajari di panduan Β membuat website. Siap-siap saja omset perusahaan Anda mengalami kenaikan!

KEGUNAAN LANDING PAGE

Landing page adalah halaman yang memiliki fungsi khusus dalam website;

Mendorong pengguna untuk fokus pada satu produk dan lekas melakukan transaksi di website. Misalnya, http://abatadigital.com/apa-itu-vtube/ di mana kami menyediakan informasi lengkap soal info lengkap dan tombol pendaftaran Vtube

Mengajak pengguna untuk melakukan aksi tertentu. Misalnya, mendaftar vtube, mengisi formulir, atau mempelajari informasi yang diberikan.

sumber : tebar.co.id

No Trust, No Sales

Tanpa kepercayaan. .

Mau sebanyak apapun database Anda

Semenarik apapun penawaran Anda

Sebesar apapun diskon Anda

Sehebat apapun teknik jualan Anda itu semua PERCUMA. Ya, percuma.

Sebelum transaksi, calon pembeli lebih dulu HARUS menaruh Trust kepada penjualnya.

Jadi tugas Anda pertama-tama bukan mengutak-ngatik strategi penjualan, tapi membangun Trust.

Paham?

Nah, Setelah membaca kalimat2 diatas, mungkin terlintas di pikiran Anda, “Jadi bagaimana ya caranya membangun Trust?”

Jika itu yg Anda bingungkan, Anda beruntung.

Karena Saya akan memberikan 5 tips yg terbukti menghasilkan dan telah Saya gunakan utk membangun Trust ke calon pembeli :

Yuk disimak

Yang pertama.

KEBERMANFAATAN YANG KONSISTEN

Pernah gak jualan tapi dicuekin isi kontaknya? :p

Suka atau tidak suka

Orang tidak akan peduli dg Anda, sampai Anda bermanfaat utk mereka.

Ya, jika selama ini Anda hanya jualan TANPA pernah memberikan sesuatu yg bermanfaat kepada prospek Anda jangan heran jika saat promosi Anda dicueki.

Karena itu, sebelum jualan berikanlah sesuatu dulu. Give2 dulu.

Sharing sesuatu yg bermanfaat. Berikan sample gratis, jawab semua pertanyaan calon pembeli Anda

Intinya BERIKAN apapun yg bermanfaat utk mereka.

Dan berikan itu secara KONSISTEN, terus menerus

Ada hukum timbal balik.

Semakin SERING Anda memberi dan semakin besar manfaat Anda, maka semakin besar Trust yg akan Anda terima.

Yang ke dua

INTERAKSI

Calon pembeli adalah calon teman Anda.

Bagaimana kita memperlakukan orang lain, seperti itulah kita akan diperlakukan.

Banyak penjual memandang pembeli hanya sebagai “Kantong Uang”.

Jika sudah seperti itu, ya pantas dagangannya gak laku2.

Ubah sudut pandangnya.

Perlakukan pembeli seperti kita memperlakukan teman kita.

Kuncinya adalah INTERAKSI.

Memberi sesuatu yg bermanfaat, tidak akan terlalu berguna jika tidak dibarengi dengan interaksi.

Berinteraksilah dg calon pembeli.

Sapa mereka, hubungi mereka, puji mereka, ngbrol dg mereka, dan sejenisnya

Semakin sering interaksi, semakin dekat dg transaksi.

Prinsipnya, kenalan dulu, berteman, baru jualan.

Kalau closing Anda dapat uang, gak closing Anda dapat kenalan.

Siapa tahu kenalan Anda malah mereferensikan produk Anda ke teman2nya.

Yang  ke Tiga

PANCING

Pacing artinya Menyamakan

Maksudnya adalah segala tindakan yg tujuannya adalah membuat orang lain nyaman dg Anda, kemudian percaya.

Jika jualan offline ketika calon pembeli Anda berdiri Anda jualannya berdiri jangan duduk (menyamakan) Jika dlm online, tunjukan Anda paham masalah mereka, Tunjukan empati, bercerita, bertanya, cari kesamaan Anda dg calon prospek.

Yang  ke Empat

 BUKTI

Ya, berikan bukti bukan janji (hehe, kayak pemilu aja)

Orang akan menaruh kepercayaan jika produk yg Anda jual memiliki testimoni.

Tunjukan screenshot testimoni.

“Kalau gak punya?”

Kalau gak punya, gunakan bukti yg lain.

Misal spesifik pengguna produk Anda.

Contoh : Produk ini telah digunakan 2371 orang

Harus spesifik, sebut jumlah detailnya.

Semakin detail, semakin orang percaya.

Jangan sebut ratusan, ribuan, itu jumlahnya ambigu gak jelas, hehe.

Semakin banyak penggunanya, semakin meningkatkan Trust.

“Nah, kalau penggunanya sedikit?”

Kalau penggunanya sedikit, pakai bukti yg lain.

Tunjukan detail produknya, berikan gambar produk dg detail

Kalau produknya bukan fisik tapi produk digital, berikan reviewnya.

“Kalau produknya Pre Order?”

Kalau produknya Pre Order berikan Garansi, apa yg Anda bisa berikan. Intinya untuk membuat Calon pembeli Trust

Yang kelima

PERSONAL POWER

Atau orang sering menyebutnya dg Authority.

Orang akan langsung melakukan transaksi dg orang yg dianggap AHLI atau dianggap memiliki wibawa atau kuasa.

Itulah kenapa, jika suatu produk dipromosikan oleh Pejabat, Artis, Social Seleb, itu akan laku.

Ini karena calon pembeli sudah menaruh Trust dg mereka.

Nah, dibawah itu agar orang Trust, Anda harus terlihat Ahli.

Contohnya : Jika produk yg Anda jual adalah produk kesehatan, maka minimal Anda harus tahu tips kesehatan, dan membagikannya.

Anda harus melek dg produk yg Anda jual.

Harus seberapa Ahli-kah Anda?

Sangat Ahli itu bagus, tapi kalau memang gak bisa ya gausah dipaksa, yg penting Anda jangan terlihat “gak tahu”.

Pelajari detail produknya, dan bicaralah hanya sesuatu yg Anda tahu πŸ™‚

Oke, sampai sini ada pertanyaan?

Silkan di isi di kolom komentar

Jika ada Saya sangat senang utk menjawabnya.

Terakhir.

Semoga 5 tips utk mendapatkan Trust ini berguna utk bisnis Anda.

5 Tips itu adalah :

1 kebermanfaatan yg konsisten

2 Interkasi

3 Pacing

4 Bukti, dan

5 Personal Power :

Kunci dari Segala Kunci Saat Berjualan

Pernahkan Anda merasakan hal-hal dibawah ini?

– Promosi setiap hari, anehnya yang beli tidak ada sama sekali. πŸ™ Atau

– Merasa memiliki produk bagus, tapi tidak ada orang yg tertarik, atau bahkan.

– Sudah membuat penawaran sangat menarik, setelah penawarannya disebar, eh gak ada yang respon.

Pernah? Atau sering mengalami?

Ya saya paham.

Saat jualan, ditolak sudah jadi resikonya.

Tapi kalau jualan ditolak melulu artinya ada yg salah dg caranya πŸ™‚

Begini,

Kesalahan dalam menjual sesuatu itu hanya 3

1. Menawarkan ke bukan target pasar

2. Salah cara menyampaikan penawaran

3. Terlalu buru2 closing sebelum adanya Trust.

Jika salah target pasar, solusinya cari sampai ketemu.

Jika salah dalam cara menyampaikan, belajar ilmunya.

Masalahnya adalah yg terakhir.

Ini adalah kesalahan banyak penjual.

Pinginnya cepat jualan padahal prospeknya belum siap dijuali.

Mau sehebat apapun teknik jualannya, setepat apapun target marketnya, sehalus apapun penawarannya itu semua gak akan berguna jika prospek tidak menaruh Trust (kepercayaan) pada penjualnya.

Jangan pernah menjual kepada orang yg belum Trust kepada Anda.

Jika Anda paksa jualan, pasti prospeknya risih bahkan kabur. Hehe.

Umpanya seperti ini.

Tidak ada orang yg mau ngasih uangnya ke sembarang orang. Mereka hanya mau keluar uang, jika sudah Trust. Hehe

Jadi, tugas Anda bukan menjuali, tapi dapatkan dulu Trustnya.

Sentuh hatinya, nanti isi dompetnya akan keluar sendiri, #eh hehe

Ingat.

Dapatkan Trust itu perlu proses, dan prosesnya mungkin gak sebentar.

Semakin mahal produk yg Anda jual, semakin lama proses untuk dapatkan Trustnya.

Jika saat ini jualan Anda sepi, jangan belajar macam2 dulu, pelajari caranya dapat Trust calon pembeli Anda. Oke?

Btw, disini ada yg bingung gak caranya dapetin Trust?

Kalau ada, nanti Saya share di sini berikutnya

Selalu tetap pantau di sini ya?

Tips Meningkatkan Penjualan Di Marketplace

Beberapa tips sederhana ini insya Allah bisa membantu meningkatkan penjualan produk Anda di marketplace.

1. Harga lebih murah

Dengan membuat harga lebih murah dari kompetitor sudah sewajarnya calon pembeli akan lebih tertarik untuk membeli produk Anda dibandingkan produk kompetitor. Dengan asumsi faktor lain seperti kualitas produk dsb dianggap mirip-mirip dengan kompetitor.

Masalahnya kompetitor juga bisa dengan mudah menurunkan harga di bawah harga kita. Yang akhirnya nanti terjadilah perang harga. Semakin sengit perang harga semakin kecil profit kita.

2. Boost pakai iklan

Dengan menggunakan iklan berbayar produk kita akan muncul di hasil pencarian ataupun produk terkait lebih sering dari kompetitor kita.

Dengan produk kita lebih sering muncul dan di posisi lebih atas maka kemungkinan penjualan kita meningkat akan lebih besar.

Masalahnya kompetitor kita juga bisa pakai iklan berbayar. Cara ngiklan di marketplace sekarang sangaaat mudah ya.. Tinggal seting semua otomatis selesai.

Pada akhirnya tinggal gede2an budget ngiklan aja dengan kompetitor. Semakin kita gedein budget iklan, kompetitor pun ikut gedein juga. Endingnya profit kita tergerus, berakhir boncos hehe…

lalu gmn? 2 tips di atas dipakai atau tidak? ya pakai saja.. tapi perhatikan batas optimalnya di angka berapa.

Kalau sudah turunin harga kompetitor ngikut, turunin lagi kompetitor ngikut lagi.. ya sudah perhatikan profit, kalau sudah mentok tipis banget ya gak usah turunin lagi. Begitu juga budget utk iklan.

Solusi selanjutnya kita ke no 3

3. Foto produk lebih menarik

Dengan foto produk yang lebih menarik maka akan memperbesar ketertarikan calon pembeli untuk membeli produk dari kita dibanding membeli dari kompetitor yang foto produknya seadanya saja.

Masalahnya untuk membuat foto produk yang menarik perlu skill desain yang tidak mudah, butuh bertahun-tahun mempelajari, perlu tool desain bermacam-macam.

Ituhhh… disitulah peluangnya! artinya tidak semua orang bisa membuat foto produk menjadi menarik.

Padahal kalau tahu cuma nambahin frame aja udah terlihat cantik semlohei. Dan kamu tidak perlu skill desain apapun. Tidak perlu tool macam-macam.

Pakai powerpoint aja sudah bisa. Tinggal klik klik ganti gambar, ganti tulisan.. sudah jadi!